Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2009

Melangitkan Warisan Ramadhan Di Bulan Syawal Sebagai Aktualisasi Diri Bertawadhu’ dalam Menyelami Makna Takbir oleh Jawharul Aswad Abu Idhafi

oleh Jawharul Aswad Abu Idhafi Melangitkan Warisan Ramadhan Ramadhan telah berlalu. Hari-hari indah yang penuh rahmat, berkah, dan maghfirah itu telah lewat pula. Namun, apakah kita harus mengakhiri pula tujuan ibadah itu, yakni untuk mencapai derajat muttaqien? Apakah untuk mencapai muttaqien hanya diperoleh lewat Ramadhan? Dan apakah kita sudah cukup merasa puas kalau kita memasuki Idul Fitri sebagai pemenang dan terlahir kembali sebagai bayi yang baru lahir? Untuk mencapai derajat muttaqien seperti yang diwajibkan Allah lewat puasa (Q. S. 2:183) bukan semata-mata hanya diperoleh di bulan Ramadhan. Bunyi ayat tersebut (Q. S. 2: 183) memang mewajibkan kita berpuasa (Ramadhan) untuk mencapai taqwa. Namun, perlu diingat bahwa ada puasa-puasa maupun ibadah-ibadah lain yang juga dapat mengantarkan kita menjadi muttaqien. Bukankah untuk mencapai ketaqwaan (di bulan Ramadhan) itu kita peroleh karena kita melakukan berbagai amalan, di antaranya qiyamul lail, zikir, doa, tilawah Quran, in...